Slide

1 / 3
Silat Seruling Dewata
2 / 3
Silat Putri di Puncak Watukaru tahun (2016)
3 / 3
Silat Putra di Puncak Watukaru tahun (2016)

Walian Sakti

 Walian Sakti -Ilmu Pengobatan



18 (delapan belas) jurus Walian sakti merupakan ilmu silat tingkat tinggi yang khususmengajarkan Pantog atau Totok Darah. masing masing jurus terdiri dari 5 sikap . Mereka yang dengan tekun melatih jurus ini akan memiliki tenaga dalam yang luar biasa yang dapat digunakan untuk perlindungan diri dan juga untuk penyembuhan. Jurus jurus ini juga berhubungan dengan cakra - cakra.

  1. Jurus I berguna untuk membersihkan Cakra Muladara
  2. Jurus II berguna untuk membuka Cakra Muladara
  3. Jurus III berguna untuk meng aktifkan Cakra Muladara
  4. Jurus IV berguna untuk membersihakan Cakra Swadisthana
  5. Jurus V berguna untuk membuka Cakra Swadisthana
  6. Jurus VI berguna untuk mengaktifkan Cakra Swadisthana
  7. Jurus VII berguna untuk membersihkan Cakra Manipura
  8. Jurus VIII berguna untuk membuka Cakra Manipura
  9. Jurus IX berguna untuk mengaktifkan Cakra Manipura
  10. Jurus X berguna untuk membersihakan Cakra Anahata
  11. Jurus XI berguna untuk membuka Cakra Anahata
  12. Jurus XII berguna untuk mengaktifkan Cakra Anahata
  13. Jurus XIII berguna untuk membersihakan Cakra Wisudha
  14. Jurus XIV berguna untuk membuka Cakra Wisudha
  15. Jurus XV berguna untuk mengaktifkan Cakra Wisudha
  16. Jurus XVI berguna untuk membersihakan Cakra Ajna
  17. Jurus XVII berguna untuk membuka Cakra Ajna
  18. Jurus XVIII berguna untuk mengaktifkan Cakra Ajna

sementara gabungan jurus I - XVIII dapat membersihkan, membuka dan mengaktifkan Cakra Sahasra dan juga membangkitkan Kundalini Sakti. | penjelasan dalam gambar |


Kalimosadha

untuk mendapatkan kesempurnaan dalam ilmu pengobatan seorang Walian atau Pengusadha harus mempelajari Kalimosadha , yang artinya ' lima macam ilmu pengobatan ' hasil karya para Yogi dan Yogini Pertapaan Candra Parwata dari Perguruan Seruling Dewata yang mengajarkan lima macam ilmu pengobatan yaitu : 1) Taru Pramana adalah Pengobatan dengan Tumbuhan, 2) Sato Pramana Pengobatan adalah pengobatan dengan sarana Binatang, 3) Mustika Pramana adalah Pengobatan dengan Benda Mukjijat, 4), Bayu Pramana adalah Pengobatan dengan Tenaga Dalam , seperti Pantog Rah (Totok Darah) , Sigar Sumangka (Pijat Refleksi) , 5) , Jiwa Pramana adalah Pengobatan dengan Tenaga jiwa atau Bathin, dan kegagalan atas semuanya ini berpalinglah kepada Shiwambudhara .

Jiwa Pramana, pengobatan dengan tenaga bathin terdiri dari 36 (tiga puluh enam), bentuk meditasi yaitu :

  1. Meditasi Pahan Raga, 
  2. Meditasi Anupadhatu,
  3. Meditasi Sarwa Wigna Winasanam,
  4. Meditasi Pasang Angkep Pewaras,
  5. Meditasi Bhumi Wilis Ing Pewaras,
  6. Meditasi Akasa Petak Ing Pewaras,
  7. Meditasi Surya Bang Ing Pewaras,
  8. Meditasi Teleng Ing Lara,
  9. Meditasi Lindu Pratekaning Urip,
  10. Meditasi Panca Dasa Pitara,
  11. Meditasi Tirtayatra,
  12. Meditasi Madeg Raga,
  13. Meditasi Purna Raga,
  14. Muladara Murti,
  15. Meditasi Swadisthana Murti,
  16. Meditasi Manipura Murti,
  17. Meditasi Anahata Murti,
  18. Meditasi Wisudha Murti,
  19. Meditasi Ajna Murti,
  20. Meditasi Sahasra Murti, dan seterusnya sampai meditasi yang terakhir (ke 36), yaitu meditasi Prabawa Pancar Getar.

Di dalam buku Meditasi Jiwa Premana I yang di tulis oleh Sesepuh Generasi IX , Ki Nantra, menguraikan tentang 5 (lima) meditasi kesehatan yaitu : Meditasi Pahan Raga, Meditasi Anupadhatu , Meditasi Sarwa Wigna Winasanam, Meditasi Pasang Angkep Pewaras, dan meditasi Bhumi Wilis Ing Pewaras, selanjutnya dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Meditasi Pahan Raga

Mediatsi Pahan Raga adalah meditasi memohon kesembuhan pada Tuhan semua bagian bagia tubuh seperti : kepala, leher, pundak, lengan atas, lengan bawah , jari dan tapak tangan, dada, perut, kemaluan, dan sebagainya sehingga semua seluruh tubuh mendapatkan anugrah kesembuhan dari Tuhan. Meditasi Pahan Raga yang inti sarinya adalah sebagai berikut :

Pikiran adalah kekuatan yang luar biasa yang pada manusia, tergantung kemampuan manusia untuk mengendalikan dan mengarahkan pikiran untuk hal yang diutamakan. dalam meditasi Pahan Raga kita dilatih memusatkan pikiran pada " Pahan Raga " atau bagian bagian tubuh tubuh manusia seperti kepala - leher - bahu - lengan-dada-perut dan lain sebagainya. jarang sekali kita mengarahkan pikiran kita kedalam untuk badan atau raga manusia, padahal sesungguhnya bagian bagian tubuh manusia sangat mengharapkan perhatian dari pikiran kita bagaikan tanaman mengharapkan sinar matahari dan turunya hujan. dengan meditasi Pahan Raga manusia dilatih mengarahkan pikiran kedalam dirinya sendiri dan dalam meditasi ini kita menyediakan waktu yang cukup untuk memberikan kesempatan pada pikiran untuk mengarahkan pemusatan pikirannya pada bagian bagian tubuh (Pahan Raga), dengan diberikan pemusatan pikiran yang cukup tubuh manusia akan merasakan kesegaran yang luar biasa bagaikan tumbuhan mendapatkan siraman air di musim kemarau dan bagaikan tumbuhan mengharapkan munculnya mentari di pagi hari setelah mengalami kegelapan selama semalam. dengan melakukan meditasi Pahan Raga secara teratur setiap hari, maka seluruh tubuh manusia akan merasakan ketenangan dan kesegaran yang luar biasa. dalam melakukan meditasi diperlukan tata urutan yang selanjutnya dibimbing dan Sesepuh Perguruan atau pelatih yang di tunjuk agar mendapatkan hasil yang maksimal. adapun urutan kegiatan Meditasi Pahan Raga adalah sebagai berikut :

  • Berdoa memohon tuntunan, 
  • Permohonan Kesembuhan, 
  • Pranayama (pengaturan nafas), 
  • Meditasi Pahan Raga, 
  • Menyadari Diri.


2. Meditasi Anupadathu

Meditasi Anupadathu adalah meditasi memerintahkan sel sel pada organ penting manusia seperti otak, jantung, paru paru , ginjal, dan lain lain agar melaksanakan fungsinya sebagaimana mestinya . Apabila semua sel organ tubuh berfungsi dengan baik maka organ tubuh akan berfungsi dengan baik, dan organ yang berfungsi dengan baik menandakan manusia itu sehat. Manusia sejati memiliki tenaga sakti. dengan tenaga sakti yang ada pada diri sendiri yang dipancarkan lewat pikirannya maka manusia dapat memerintahkan sel sel di seluruh tubuhnya agar melakukan fungsinya sebagaimana mestinya. Melalui meditasi Anupadhatu, peserta meditasi dilatih bagaimana cara menggunakan kekuatan pikiran agar dapat memerintahkan sel sel dalam jaringan tubuh kita agar melaksanakan fungsinya sebagaimana mestinya sehingga pada akhirnya manusia memperoleh kesehatan. adapun urutan kegiatan Meditasi Anupadhatu adalah sebagai berikut :

  • Berdoa memohon tuntunan
  • Permohonan Kesembuhan
  • Pranayama (pengaturan nafas)
  • Meditasi Anupadhatu
  • Menyadari diri.

3. Meditasi Sarwa Wigna Winasanam

Meditasi Sarwa Wigna Winasanam adalah meditasi yang mengajarkan bagaimana menyerap kekuatan Hyang Widhi (Tuhan), selanjutnya diarahlan untuk memusnahkan penyakit yang disebabkan ilmu hitam, seperti Desti, Teluh, Teranjana, Santet, Gegandu, Gentawang, Sukik, Beberuk dan lain sebagainya. Sarwa Wigna Winasanam mengandung makna (amunah), memusnahkan , amancut (mencabut), angeseng (membakar), angembus (menjauhkan), segala bentuk wigna (ilmu hitam), yang terdapat dalam pekarangan rumah atau tubuh seseorang. Kita mengakui ada orang orang tertentu yang sering disebut orang sakti, orang pintar, dukun yang mampu membuat atau menciptakan Wigna (black Magic), seperti : desti, teluh, teranjana, santet, serana, pepasangan, acep acepan, sukik, gegandu, gentawang, pogpog, ikik, sikel, bebekuk dan lain lain. selanjutnya dikirim secara gaib kedalam pekarangan rumah atau tubuh orang tertentu yang di inginkannya.

Dalam meditasi Sarwa Wigna Winasanam ini kita dilatih untuk meyakini kekuatan sinar suci Tuhan yang mampu memusnahkan berbagai macam wigna yang ada dalam tubuh manusia maupun pekarangan rumahnya. Yang terpenting seseorang harus mampu memasukan sinar suci Tuhan kedalam dirinya selanjutnya diarahkan untuk menghancurkan sarwa Wigna (segala macam Ilmu Hitam) yang mengenai diri sendiri maupun pekarangan rumahnya , sehingga akhirnya memperoleh kesehatan dan kesegaran. adapun urutan kegiatan Meditasi Sarwa Wigna Winasanam adalah sebagai berikut :

  • Berdoa memohon tuntunan
  • Permohonan Kesembuhan
  • Pranayama (pengaturan nafas)
  • Meditasi Sarwa Wigna Winasanam
  • Menyadari diri.

4. Meditasi Pasang Angkep Pewaras

Meditasi Pasang Angkep Pewaras, adalah meditasi yang menggabungkan kekuatan penyembuh " Pewaras " dua orang atau lebih agar lebih kuat. Kekuatan penyembuh " Pewaras" yang lebih kuat dari kekuatan penyakit " Pagering " menyebabkan seseorang bebas dari berbagai macam penyakit. Di dalam diri setiap orang atau manusia terdapat kekuatan penyembuh yang dinamakan Pewaras. Kekuatan ini sering tidak diketahui dan tidak disadari keberadannya oleh manusia. kekuatan penyembuh atau Pewaras apada setiap orang berbeda antara orang yang satu dengan orang lang lainnya. Ada orang yang memiliki kekuatan penyembuh yang kuat , ada orang yang memiliki kekuatan penyembuh sedang dan ada pulan yang memiliki kekuatan peyembuh yang lemah atau kecil. Demikian juga kekuatan peyembuh setiap orang dapat berubah setiap saat.

Demikian pula disisi lain, penyakit juga memiliki kekuatan yang dinamakan Pagering. kekuatan penyakit atau pagering yang menyerang ada yang sangat kuat, ada yang sedang, ada pula yang lemah. kekuatan penyakit atau Pagering yang menyerang seseorang tidaklah sama.kekuatan penyakit yang menyerang atau mengganggu seseorang bisa berbeda setiap saat. bisa saja minggu ini seseorang terserang penyakit yang berkekuatan kuat dan ada yang lainnya tidak pernah terserang gangguan penyakit selama bertahun tahu. Dan apabila kekuatan penyembuh atau pewaras seseorang lebih kuat dari kekuatan penyakit atau pegering yang mengganggu seseorang , maka orang itu ada dalam keadaan sehat bigitu pula sebaliknya, bila kekuatan Pagering lebih kuat dari kekuatan penyembuh atau pewaras maka seseorang akan mengalami sakit. dan Para Pertapa dari Pertapaan Candra Parwata di Gunung Watukaru menemukan suatu tehnik rahasia bagaimana menggabungkan kekuatan penyembuh (pewaras) dua orang atau lebih, dan apabila kekuatan penyembuh atau pewaras di gabungkan atau " Pasang Angkepan ", maka akan muncul suatu kekuatan penyembuh gabungan atau " Pupulan Pewaras " yang sangat kuta dan mampu memusnahkan segala kekuatan penyakit atau pagering bagaimanapun kuatnya , kekuatan penyembuh dua orang atau lebih dapat digabungkan satu sama lainnya dengan bantuan tenaga sakti yang ada pada setiap orang dengan memancarkannya melalui telapak tangan kanan dan menyerap kekuatan penyembuh orang lain melalui tapak tangan kiri. adapun urutan kegiatan Meditasi Pasang Angkep Pewaras adalah sebagai berikut :

  • Berdoa memohon tuntunan
  • Permohonan Kesembuhan
  • Pranayama (pengaturan nafas)
  • Meditasi Pasang Angkep Pewaras
  • Menyadari diri.


5. Meditasi Bhumi Wilis Ing Pewaras

Meditasi Bhumi Wilis Ing Pewaras adalah meditasi yang mengajarkan bagaimana caranya menyerap kekuatan penyembuh Bhumi yang berwarna hijau dari Bhumi untuk dibawa masuk keatas melewati Cakra Muladara, terus mengalir keatas melewati Cakra Swadisthana, Cakra Manipura, Cakra Anahata, Cakra Wisudha, Cakra Ajna, hingga akhirnya sampai ke Cakra Sahasra. selanjutnya memancarkannya keseluruh tubuh sehingga memberikan kesegaran, kesehatan, dan kesembuhan yang luar biasa. Bhumi adalah satu sumber energi dialam semesta ini. Bhumi disamping memiliki " kekuatan Penumbuh Kehidupan" atau sumber daya hidup bagi tumbuh tumbuhan, binatang dan sebagainya. Bhumi juga merupakan salah satu sumber kekuatan penyembuh karena Bhumi memiliki kekuatan penyembuh yang disebut Bhumi Wilis Ing Pewaras atau kekuatan / daya penyembuh berwarna hijau dari Bhumi. beberapa jenis tumbuh tumbuhan yang berkasiat obat merupakan tanaman yang mampu menyerap kekuatan penyembuh dari Bhumi. demikian juga binatang binatang tertentu yang berkasiat obat adalah binatang yang mampu menyerap kekuatan penyembuh dari Bhumi dan menyimpannya pada bagian tubuh tertentu.

bahkan ada beberapa jenis batuan , yang mampu menyerap kekuatan penyembuh dari Bhumi sehingga mengandung kasiat penyembuh, dan dapat disebut benda mustika.

Manusia memiliki tenaga sakti yang dapat menyerap, menghisap dan menyedot kekuatan penyembuh. Bhumi yang berwarna hijau " Bhumi Wilis Ing Pewaras" dan mengangkatnya naik ke atas melalui cakra cakra mulai dari cakra Muladara sampai ke cakra Sahasra. lalu dengan kekuatan cakra cakra kekuatan penyempuh Bhumi dipancarkan keluar seperti air mancur. Kekuatan penyembuh Bhumi yang kuat dan ganas baru dapat dimanfaatkan oleh tubuh manusia untuk kesegaran, penyembuhan, dan kesehatan. setelah diselaraskan oleh cakra cakra dalam tubuh manusia dan juga setelah terpancar dari cakra Sahasra.

Meditasi Bhumi Wilis Ing Pewaras akan menyegarkan dan melatih para siswa atau siswi peserta meditasi agar tahu cara menggunakan tenaga sakti yang ada pada diri setiap manusia untuk menyerap, mengisap, dan menyedot kekuatan Penyembuh Bhumi yang dinamakan " Bhumi Wilis Ing Pewaras " dan menaikan atau mengangkatnya melalui cakra cakra dari Cakra Muladara samapi ke cakra Sahasra. adapun urutan kegiatan Meditasi Bhumi Wilis Ing Pewaras adalah sebagai berikut :

  • Berdoa memohon tuntunan
  • Permohonan Kesembuhan
  • Pranayama (pengaturan nafas)
  • Meditasi Bhumi Wilis Ing Pewaras
  • Menyadari diri.


sementara dalam Buku Jiwa Premana II, yang di tulis oleh Ki Nantra, dijelaskan pula lebih lanjut bentuk mentuk meditasi selain ke 5 bentuk meditasi yang telah disebutkan diatas, adapun ke 5 bentuk meditasi yang di ulas dalam buku Jiwa Pramana II adalah sebagai berikut :

1. Meditasi Akasa Petaking Pewaras

Langit mempunyai kekuatan penyembuh secara gaib (niskala), yang berupa sinar berwarna putih, kekuatan penyembuh Langit ini dinamakan " Akasa Petaking Pewaras". manusia sejati meiliki tenaga sakti yang dapat menyerap kekuatan penyembuh langit ini. Kekuatan penyembuh langit ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui telapak tangan kiri, lalu lewat telapak tangan kiri masuk kedalam cakra Anahata. Disana kekuatan penyembuh langit yang ganas dan dahsyat ini mendapatkan pembiasan Cakra Anahata sehingga menjadi selaras (harmonis), dengan tubuh manusia.

kekuatan Penyembuh Langit " Akasa Petaing Pewaras" yang telah mendapat pembiasan Cakra Anahata, mengalir lewat tangan kanan sampai ketelapak tangan kanan. Jika telapak tangan kanan di letakan di atas kepala maka kekuatan penyembuh langit yang telah selaras tersebut masuk kedalam tubuh melalui ubun ubun (siwadwara). mula mula sinar putih kekuatan penyembuh langit yang telah selaras mengalir melalui Cakra Sahasra. setelah Cakra Sahasra penuh dengan kekuatan penyembuh langit, Cakra Sahasra berputar " Murwa Daksina ", atau searah jarum jam. kotoran tubuh atau penyakit yang ada di Cakra Sahasra dan sekitarnya terlontar keluar oleh putaran Cakra Sahasra yang dipenuhi dengan kekuatan penyembuh langit.selanjutnya kekuatan penyembuh langit akan mengalir ke cakra cakra yang ada dibawahnya seperti cakra Ajna, Cakra Wisudha, Cakra Anahata, Cakra Manipura, Cakra Swadisthana, dan Cakra Muladara. Cakra yang di aliri dan dipenuhi kekuatan penyempuh langit akan berputar " Murwa Daksina " sehingga semua kotoran / keletehan/penyakit yang ada di cakra tertentu dan sekitarnya akan terlontar keluar. Tubuh kita menjadi bersih (bebas dari kotoran dan penyakit) sehingga kita menjadi sehat. Apabila telapak tangan kanan diletakan di atas kepala kita sendiri , akan bersifat " Upastamba" atau penyembuhan diri sendiri. Tapi apabila telapak tangan kanan diletakan atau diarahkan kedepan atau diatas ubun ubun atau dada orang lain, kekuatan penyembuh langit yang kita serap bisa dan bermamfaat untuk menyembuhkan orang lain. adapun urutan kegiatan Meditasi Akasa Petaking Sarira adalah sebagai berikut :

  • Berdoa memohon tuntunan
  • Permohonan Kesembuhan
  • Pranayama (pengaturan nafas)
  • Meditasi Akasa Petaking Pewaras
  • Menyadari diri.

3. Meditasi Telenging Lara

4. Meditasi Lindu Pratekaning Urip

5.Meditasi Panca Dasa Pitara

untuk meditasi ke 2 Meditasi Surya Banging Pewaras sampai meditasi yang ke 5 Meditasi Panca Dasa Pitara , tidak akan di bahas lebih lanjut, informasi selanjutnya silahkan baca Buku tulisan Sesepuh IX yang berjudul Jiwa Premana II sebagai pelengkap koleksi anda mengenai Meditasi penyembuhan secara bathin.

Penulis juga tidak menerangkan lebih lanjut mengenai mantram yang harus di lafalkan dan di ucapkan ketika sedang melakukan gerakan Meditasi dari masing masing di atas, informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Pesraman Paiketan Paguron Suling Dewata.


Ki Kerta

Bahkan Ki Kerta serdiri adalah seorang Yogi Maha Sakti yang berasal dari Jawa, akhirnya sempat mempelajari Taru Pramana , hal ini dilakukannya saat Ki Kerta merasa kewalahan untuk mengatasi penyakit yang berkembang di Bali Dwipa saat kedatangan beliau ke Bali sekitar abad 10 caka tahun ke 13 , sekitar tahun 991 masehi. Ki Kerta sendiri adalah seorang ahli dalam ilmu ketatanegaraan dan ilmu pengobatan . atas saran seorang Yogi Kelana menyarankan agar Ki Kerta pergi ke Puncak Watukaru mohon petunjuk serta meminta saran bagaimana mengatasi penyakit penyakit aneh yang di alami oleh masyarakat Bali Dwipa yang sangat berbeda dengan yang umumnya di jumpai di Jawa Dwipa. akhirnya Ki Kerta di ijinkan oleh sesepuh perguruan untuk mempelajari ilmu pengobatan yang diambil dari Kitab Kalimosadha demi pertimbangan kemanusiaan untuk menyelamatkan masyarakat Bali Dwipa.