Slide

1 / 3
Silat Seruling Dewata
2 / 3
Silat Putri di Puncak Watukaru tahun (2016)
3 / 3
Silat Putra di Puncak Watukaru tahun (2016)

Silat Seruling Dewata



Ada 72 ilmu Silat Seruling Dewata

Berikut rincian dasar ilmu silat sebelum mempelajari jurus utama dari imlu silat masing-masing cabang.

Ilmu Melemaskan Tulang :

Pemanasan terdiri dari 360 gerakan yang dinamakan dengan “Ilmu Melemaskan Tulang”, Pemanasan diawali dengan lari yaitu : lari ditempat, lari jauh keluar dari tempat latihan, lari cepat, lari sigsag, loncat jongkok, dilanjutkan pemanasan yang dinamakan “ilmu pemanasa pinggang , perut – tangan.

Pemanasan Kaki :
Loncat satu kaki
Loncat dua kaki
Loncat jongkok tendangan cepat
Mengangkat kaki depan dan samping
Membuka kaki samping berpasangan
Membuka kaki muka belakang berpasangan
Tendangan depan pasangan a
Tendangan depan pasangan b
Tendangan depan pasangan c
Tendangan samping pasangan a
Tendangan samping pasangan b
Tendangan samping pasangan c
Tendangan belakang pasangan a

Pemanasan Tangan :

  1. Melompat kecepatan tangan
  2. Telungkup loncat-loncat
  3. Push up sembilan cara
  4. Berjalan dengan tangan berpasangan
  5. Telungkup dan tengadah berpasangan
  6. Pukulan lemas berpasangan
  7. Push up berempat berpasangan

Pemanasan Pinggang dan Perut :

  1. Memutar pinggang
  2. Duduk mencium lutut berpasangan
  3. Duduk di punggung berpasangan
  4. Terlentang mencium lutut berpasangan
  5. Telungkup mengangkat kepala berpasangan
  6. Duduk telungkup dan tengadah bergantian berpasangan berpasangan
  7. Menggendong punngung bergantian berpasangan
  8. Tubuh berlilitan berpasangan
  9. Push up kepala dibawah bergantian
  10. Kepala di bawah cium lutut di atas
  11. Punggung menempel kepala di bawah
  12. Tengadah kaki terangkat
  13. Leatihan perut berempat berpasangan
  14. Berjalan diatas perut

Pemanasan Pilihan :

  1. Loncat satu kaki
  2. Telungkup loncat-loncat
  3. Push up 9 cara
  4. Membuka kaki kesamping berpasangan
  5. Membuka kaki muka belakang berpasangan
  6. Tendangan depan pasangan a
  7. Tendangan depan pasangan b
  8. Tendangan depan pasangan c
  9. Tendangan samping pasangan b
  10. Duduk dipunggung berpasangan
  11. Telentang mencium lutut berpasangan
  12. Telungkup mengangkat kepala berpasangan
  13. Duduk telungkup dan tengadah bergantian berpasangan
  14. Menggendong punngung bergantian berpasangan
  15. Tubuh berlilitan berpasangan
  16. Telungkup dan tengadah berpasangan
  17. Pukulan lemas berpasangan
  18. Berjalan dengan tangan berpasangan
  19. Push up kepala dibawah berpasangan
  20. Kepala di bawah cium lutut di atas
  21. Punggung menempel kepala di bawah berpasangan
  22. Push up berempat berpasangan
  23. Latihan perut berempat berpasangan
  24. Berjalan diatas perut

Gerak Dasar Umum :
Untuk bertanding dengan baik seorang pesilat harus menguasai dasar dasar ilmu silat itu sendiri terlebih dahulu. Berkaitan dengan dasar dasar ilmu silat biasanya berbeda antara perguruan silat yang satu dengan yang lainnya. ada yang mengutamakan kuda kuda, ada yang mengutamakan gerak langkah, ada yang menitik beratkan pada dasar pukulan, ada yang menitik beratkan pada pertahanan (tangkisan dan elakan), ada yang menitik beratkan pada tendangan dan lain sebagainya. Keistimewaaan dari Perguruan Seruling Dewata adalah mempunyai kelengkapan dalam dasar dasar ilmu silat. karena Perguruan Silat Seruling Dewata menyadari bahwa tanpa dasar dasar ilmu silat yang mantap, maka jurus jurus maut yang akan dipelajari selanjutnya akan rapuh dan tidak akan bisa mencapai kesempurnaan dalam ilmu silat. berkaitan dengan hal tersebut diatas, perlu kami beritahukan bahwa Perguruan Silat Seruling Dewata mempunyai sembilan (9) macam dasar dasar ilmu silat yang dikenal dengan istilah “Gerakan Dasar Umum” yang keseluruhannya itu terdiri dari Kuda Kuda, Serangan Tangan, Tendangan, Tangkisan , Pergeseran Kaki, Gerakan Jatuh, Mengelak, Penyatuan Tenaga Tangan dan Sapuan .dan kami yakin bahwa Perguruan Seruling Dewata sebagai Perguruan klasik yang langka memiliki dasar dasar ilmu silat yang paling lengkap diantara perguruan silat yang berkembang dewasa ini.

18 Macam Serangan Tangan (pukulan miring, pukulan datar, pukulan menjitak, pukulan beruang, pukulan menyudut, pukulan jari lurus, pukulan menyiku, dan lain lain).
18 Macam Tendangan (tendangan biasa arah kepala, tendangan biasa arah dada, tendangan biasa arah kemaluan, tendangan pipih kaki, tendangan dari dalam keluar, tendangan dari luar kedalam, tendangan melingkar, tendangan kebelakang, tendangan biasa arah lutut, tendangan dengkul, tendangan halilintar dan lain-lain.)
18 Macam Tangkisan (tangkisan mekar atas, tangkisan mekar luar, tangkisan mekar dalam, tangkisan kibasan,tangkisan lurus pinggir dan lain -lain)
18 Macam Pergeseran Kaki (pergeseran kaki silang, pergeseran kaki kepiting, pergeseran sig sag, loncat beruang, dan lain lain)
18 Macam Berguling (berguling kedepan, berguling kebelakang, baling baling satu tangan, baling-baling dua tangan, baling-baling kaki rapat, locat kodok, loncat harimau, dan lain-lain.)
18 Macam Mengelak (miring ke samping, miring kekanan, kempiskan perut, condong kedepan, condong kedepan, kibasan, dan lain -lain)
18 Macam Kuda-Kuda (kuda-kuda selebar bahu, kuda-kuda jari kedalam, kuda-kuda lutut terpada, kuda-kuda kang-kang, Tapak Ngandang, Kuda-kuda Silang, Kuda-kuda doyong kedepan, doyong kebelakang dan lain-lain.)
18 Macam Pembentukan Tenaga Dalam (terkepal ke atas datar, terkepal ke samping datar, terkepal kebawah datar, terkepal kedepan datar, menarik ke bawah dan lain lain)
18 Macam Sapuan (Mengkeret, menggunting, miring siaga, dan lain-lain)
berikut penulis akan membahas salah satu dari gerakan dasar umum diatas, yaitu Gerakan dasar Tendangan :

Tendangan :

Sedikit pengertian tentang tendangan, tendangan adalah suatu teknik dalam ilmu silat yang berisikan cara menyerang lawan dengan menggunakan kaki. Tentangan merupakan serangan balik atau susulan yang berbahaya apabila penggunaannya didahului atau di kombinasikan dengan pukulan atau tangkisan.

Keuntungan tendangan timbul dari perbedaan mendasar antara kaki dan tangan/antara tendangan dan pukulan .tendangan dapat dilakukan dari jarak yang lebih jauh dan tenaga yang terkandung dari tendangan lebih keras atau lebih kuat dari pukulan.

Disamping memiliki keuntungan , tendangan juga mempunyai beberapa kelemahan tertentu seperti berikut :

  1. Karena tenaganya kuat, maka dalam melepas tendangan terjadi pemborosan tenaga, sehingga dalam pertarungan kalau terlalu banyak melepaskan tendangan maka akan menguras tenaga, tubuh akan cepat lelah serta loyo.
  2. Posisi tubuh saat melepaskan tendangan ada dalam keadaan tidak seimbang tidak stabil dan dalam posisi yang goyah, dan ini sangat berbahaya bila saat itu kita juga menerima serangan balasan. rusaknya keseimbangan tubuh terutama terjadi saat melepas tendangan tidak mengenai serangan.
  3. Serangan yang tidak begitu cepat akan mudah ditangkap dan dikunci lawan dan tubuh menjadi mudah dijatuhkan lawan.

Tendangan harus dilakukan dengan tepat dan cepat, tidak terlalu dini atau awal, dan tidak pula terlambat, kesempurnaan atau keberhasilan tendangan sangat dipengaruhi oleh kesempurnaan kuda kuda, khususnya kuda kuda Tapak Ngandang dan Kuda Kuda berdiri satu kaki. banyak dasar dasr pukulan atau serangan tangan berlaku juga bagi tendangan, seperti antara menendang dan menarik kaki merupakan satu kesatuan gerak yang terpadu sehingga harus dipandang sebagai satu gerakan.

Tenaga atau kekuatan tendangan yang sempurna tidak hanya berasal dari kaki, tetapi bertumpu atau bersumber dari seluruh badan khususnya pinggul, sedangkan kaki hanyalah titik kontak antara penendang dan lawan yang ditendang.

Dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai tendangan yang sempurna beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  1. Kuda kuda tapak ngandang dan kuda kuda berdiri satu kaki yang kuat
  2. Antara menendang dan menarik kaki merupakan satu gerakan yang terpadu yang tidak dipisahkan dan harus dipandang sebagai satu gerakan
  3. Kecepatan tendangan secepat mungkin
  4. Stabilitas atau keseimbangan tubuh dalam menendang haruslah mantap
  5. Ketepatan saat menendang tidak mendahului dan tidak terlambat melepaskan tendangan
  6. Jarak menendang harus tepat tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh
  7. Sudut dan arah atau sasaran tendangan harus tepat

Geraman dan Senam Pemula :

Senam Pemula, Senam Pemula merupakan materi wajib yang harus di lakukan saat siswa perguruan melakukan latihan di Mandala masing-masing, Senam Pemula juga merupakan materi pokok yang di ujikan sebelum siswa di uji ketingkat yang lebih tinggi, seperti penguasaan jurus pada masing masing Cabang. senam pemula sendiri terdiri dari seragan tangan atau pukulan serta serangan kaki atau tendangan.

Geraman dilakukan ke empat penjuru mata angin merupakan kombinasi gerakan serangan tangan atau pukulan , pergeseran kaki atau gerakan menghindar, serta tendangan, setiap putaran terdiri dari 32 gerakan, materi geraman di ujikan saat siswa melakukan ujian kenaikan tingkat, senjata tangan tergantung pada aliran atau cabang yang dipelajari, seperti Cabang Harimau, maka bentak serangan tangan memakai Cakar Harimau, begitu pula dengan aliran -aliran lainnya.

Jurus Dasar :

Sebelum mempejari ke 72 ilmu tertinggi dari Puncak Barat Watu karu, setiap siswa Perguruan diwajibkan untuk menguasai 5 jurus dasar , yang sudah merupakan tradisi secara turun temurun, adapun ke lima jurus dasar tersebut adalah :

Ilmu Silat Depok (terdiri dari 36 jurus) ,
Ilmu Silat Setembak (terdiri dari 36 jurus)
Ilmu Silat Kerta Wisesa (terdiri dari 36 jurus)
Ilmu Silat Panca Sona (terdiri dari 36 jurus)
ilmu Silat Tat Twan Asi (terdiri dari 36 jurus)
Kelima ilmu silat dasar tersebut diatas kecuali ilmu Silat Panca Sona dan Tat Twam Asi, sempat mengalami perkembangan yang mengagumkan baik yang berkembang di Bali Utara maupun di Bali Selatan, dengan melahirkan pesilat pesilat tangguh di Bali pada jamannya dengan diiringi alunan musik ataupun gamelan khas Bali, sisa sisa kejayaan ilmu silat tersebut diatas dapat kita lihat dengan masih adanya beberapa pesilat pesilat tua yang tangguh dengan kemampuan yang sangat mengagumkan dan menjadi tauladan dan tokoh di masyarakat sampai saat ini. Salah satu sebab tidak berkembangnya kelima Ilmu Silat Dasar di masyarakat, disamping kurangnya pembinaan juga minimnya pesilat pesilat berbakat, faktor kurangnya perhatian dari pemerintah untuk melestarikan salah satu warisan adi luhung leluhur kita juga menjadi salah satu sebab mulai dilupakannya warisan budaya ini yang sangat berharga ini.

72 Jurus Inti Pertapaan Candra Parwata :

Ilmu Silat Bhumi dan Langit, Ilmu Silat Delapan Penjuru Angin, Ilmu Silat Ombak Samudra, Ilmu Silat Awan Kosong, Ilmu Silat Banyu Milir, Ilmu Silat Bayu Pinutus, Ilmu Silat Badai Petir, Ilmu Silat Penolak Bhumi, Ilmu Silat Gempa Bhumi, Ilmu Silat Nujum Bintang, Ilmu Silat Rua Bhineda, Ilmu Silat Lima Bunga, Ilmu Silat Lingkaran Kalut, Ilmu Silat Tolak Bala, Ilmu Silat Benteng Waja, Ilmu Silat Penakluk Iblis, Ilmu Silat Kijang Kencana, Ilmu Silat Tikus Gunung, Ilmu Silat Ular Sakti, Ilmu Silat Naga Sakti, Ilmu Silat Kucing Hitam, Ilmu Silat Harimau Sakti, Ilmu Silat Kuda Sembrani, Ilmu Silat Kodok, Ilmu Silat Kelabang Hitam, Ilmu Silat Kalajengking, Ilmu Silat Belut Putih, Ilmu SilatGajah Kencana, Ilmu Silat Kerbau Liar, Ilmu Silat Banteng Ketaton, Ilmu Silat Kepiting, Ilmu Silat Ulat Sutera, Ilmu Silat Srigala Putih, Ilmu Silat Lingsang Putih, Ilmu Silat Buaya Gading, Ilmu Silat Beruang, Ilmu Silat Terenggiling, Ilmu Silat Cecak, Ilmu Silat Bajing Kirik (Tupai), Ilmu Silat Kera Sakti, Ilmu Silat Angsa Putih, IlmuSilat Belalang Sembah, Ilmu Silat Kelelawar, Ilmu Silat Ayam Hutan, Ilmu Silat Kupu Manuk, Ilmu Silat Rajawali Sakti, Ilmu Silat Bango Petak, Ilmu Silat Laba-Laba, Ilmu Silat Lebah Hantu, Ilmu Silat Walet Putih, Ilmu Silat Tangan Sakti, Ilmu Silat Jari Besi, Ilmu Silat Tapak Suci Sembilan Dewa, Ilmu Silat Tendangan Maut, Ilmu Silat Tali Rasa, Ilmu Silat lanang Jaya Pirosa, Ilmu Silat Walian Sakti, Ilmu Silat Sura Tumira (Orang Mabuk), Ilmu Silat Orang Gila, Ilmu Silat Tani Kramani (Dharma Pemaculan), Ilmu Silat Nelayan Sakti, Ilmu Silat Orang Buta, Ilmu Silat Orang Sakit, Ilmu Silat Badan Kematian, Ilmu Silat Tangan Buntung, Ilmu Silat Empat Perasaan, Ilmu Silat Putri Bungsu, Ilmu Silat Putri Gunung, Ilmu Silat Tarian Bidadari, Ilmu Silat Perawan Pembelot Sukma, Ilmu Silat Wanita Batu, dan Ilmu Silat Manunggal.

I. Tingkatan dalam Perguruan :
1 Materi Pemula I

  • Pukulan Datar
  • Pukulan Menjitak
  • Tangkisan Kepalan Luar
  • Tangkisan Kepalan Atas
  • Tendangan Biasa
  • Pertarungan Bebas Tingkat dasar (2 Babak, setiap babak 3 menit)
    2 Materi Pemula I I
  • Pukulan Miring
  • Pukulan Pipih Tangan
  • Tangkisan Kepalan Ganda Bawah
  • Tangkisan Kepalan Lurus Pinggir
  • Tangkisan Dengkul
  • Pertarungan Bebas Tingkat dasar 4 babak
    3 Materi Calon Ksatria I
  • Pemanasan Kaki
  • Rangkaian Kuda-Kuda I dan II
  • Dasar Geraman I-9
  • 12 Teknik tendangan
  • Tenaga Dasar I
  • Teknik Tongkat I
  • Pertarungan Bebas Tingkat Dasar 6 babak.
    4 Materi Calon Ksatria II
  • Pemanasan Pinggang dan Perut
  • Rangkaian Geraman I II III IV
  • Rangkaian Pilihan I , II, 4. 12 Teknik Bantingan
  • Teknik Tongkat II
  • Tenaga Dasar II
  • Pertarungan Bebas Tingkat Dasar 8 Babak
    5 Materi Calon Ksatria III
  • Pemanasan Tangan
  • Jurus Tat Twan Asi
  • Kombinasi Geraman 16 Gerakan
  • 12 Teknik Serangan Tangan
  • Teknik Tongkat
  • Tenaga Dasar III
  • Pertarungan Bebas Tingkat Dasar 10 Babak.
    6 Materi Calon Ksatria Kelana Muda (Sabuk Putih)
  • Pemanasan Pilihan
  • Geraman 32 Gerakan
  • Jurus Inti I, II, III (sesuai dengan Cabang pilihan)
  • Senjata Wajib “Tongkat”
  • 12 Teknik Harimau
  • Pertarungan Bebas Tahap I
  • Tenaga Sakti Bunga Teratai I
  • Rangkaian Pilihan III, IV
  • Jurus Tat Twam Asi III, IV
  • Sapta Cakra I “Cakra Muladara”
  1. Materi Calon Ksatria Kelana Madya (Sabuk Kuning)
  • Pemanasan Pilihan
  • Geraman 64 Gerakan
  • Jurus Inti IV, V, VI (sesuai dengan Cabang pilihan)
  • Senjata Wajib “Pedang Bengkok”
  • 12 Teknik Harimau II
  • Pertarungan Bebas Tahap II
  • Tenaga Sakti Bunga Teratai II
  • Rangkaian Pilihan V, VI
  • Jurus Tat Twam Asi V, VI
  • Sapta Cakra II “Cakra Swadisthana”
  1. Materi Calon Ksatria Kelana Utama (Sabuk Hijau)
  • Pemanasan Pilihan
  • Geraman 96 Gerakan
  • Jurus Inti VII, VIII, IX (sesuai dengan Cabang pilihan)
  • Senjata Wajib “Pedang Tunggal”
  • 12 Teknik Harimau III
  • Pertarungan Bebas Tahap III
  • Tenaga Sakti Bunga Teratai III
  • Rangkaian Pilihan VII, VIII
  • Jurus Tat Twam Asi VII, VIII
  • Sapta Cakra III “Cakra Manipura”
  1. Materi Pendekar Muda (Sabuk Biru)
  • Pemanasan Pilihan
  • Geraman 128 Gerakan
  • Jurus Inti X, XI, XII (sesuai dengan Cabang)
  • Senjata Wajib “Ruyung- Pisau – Golok
  • 36 Teknik Jurus Inti I (misalnya Harimau I)
  • Pertarungan Bebas Tahap IV
  • Pertarunagn Bebas Bersenjata “Tongkat-Tongkat”
  • Tenaga Sakti Bunga Teratai IV
  • Rangkaian Pilihan IX , X
  • Jurus Tat Twam Asi IX , X
  • Sapta Cakra IV “Cakra Anahata”
  1. Materi Pendekar Madya (Sabuk Coklat)
  • Pemanasan Pilihan
  • Geraman 160 Gerakan
  • Jurus Inti XIII , XIV, XV (sesuai dengan Cabang pilihan)
  • Senjata Wajib “Cambuk – Bambu Runcing- Pentung”
  • 36 Teknik Inti II (misalnya Harimau II)
  • Pertarungan Bebas Tahap V
  • Pertarunagn Bebas Bersenjata “Pisau – Pisau”
  • Tenaga Sakti Bunga Teratai V
  • Rangkaian Pilihan XI , XII
  • Jurus Tat Twam Asi XI , XII
  • Sapta Cakra V “Cakra Wisudha”
  1. Materi Pendekar Utama (Sabuk Hitam)
  • Pemanasan Pilihan
  • Geraman 192 Gerakan
  • Jurus Inti XVI, XVII, XVIII (sesuai dengan Cabang pilihan)
  • Senjata Wajib “Tri Sula -Kipas-Seruling
  • 36 Teknik Inti (misalnya Harimau III)
  • Pertarungan Bebas Tahap VI
  • Pertarungan Bebas Bersenjata “Pedang – Pedang”
  • Tenaga Sakti Bunga Teratai VI
  • Pemanasan “Formasi Delapan Kebajikan”
  • Jurus Tat Twan Asi “Formasi Tujuh Bintang”
  • Sapta Cakra VI “Cakra Ajna”
  1. Materi Pendekar Besar (Pendekar Harimau)
  • Pemanasan Pilihan
  • Geraman 224 Gerakan
  • Delapan Jurus Dewa Harimau
  • Senjata Gaib Nawa Sanga
  • 36 Teknik Inti (misalnya Harimau IV)
  • Pertarungan Bebas Tahap VII, VIII, IX
  • Tenaga Sakti Bunga Teratai VII, VIII
  • Sapta Cakra VII Cakra Sahasrara
  • Kundalini Sakti
  • Pertarungan Bebas Bersenjata “Seruling-Seruling”

II. Golongan Dalam Perguruan :
Ki Byanlu Syamar atau Ki Budhi Dharma, sesepuh Generasi I Paiketan Paguron Suling Dewata, membagi siswanya menjadi 8 golongan yang memiliki keistimewaan sesuai dengan medan dan suasana bertarung, adapun kedelapan golongan di atas adalah :
Golongan Tanah
Golongan Air
Golongan Api
Golongan Angin
Golongan Langit
Golongan Bintang
Golongan Matahari
Golongan Bulan

Pembagian atas golongan ini di teruskan secara turun temurun dan di wariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam setiap penerimaan siswa dalam Perguruan Seruling Dewata.